<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LEMBAGA PERS MAHASISWA ISLAM CABANG PONTIANAK</title>
	<atom:link href="http://lapmi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lapmi.wordpress.com</link>
	<description>PERKADERAN JURNALIS  BERMUTU</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Feb 2008 05:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lapmi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LEMBAGA PERS MAHASISWA ISLAM CABANG PONTIANAK</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lapmi.wordpress.com/osd.xml" title="LEMBAGA PERS MAHASISWA ISLAM CABANG PONTIANAK" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lapmi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Muslim, Intelektual, Profesional</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2008/02/05/muslim-intelektual-profesional/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2008/02/05/muslim-intelektual-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 05:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2008/02/05/muslim-intelektual-profesional/</guid>
		<description><![CDATA[(sebuah kado untuk milad HMI ke-61) oleh Rizky Wahyuni*) Himpunan Mahasiswa Islam disingkat HMI merupakan organisasi mahasiswa tertua yang didirikan di Indonesia. Selang dua tahun dari kemerdekaan Indonesia berdirilah HMI sebuah organisasi kader yang diprakarsai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa tingkat satu Sekolah Tinggi Islam (sekarang bernama UII) tepatnya pada 14 Rabiul Awal 1366 H [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=84&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#33ff33;">(sebuah kado untuk milad HMI ke-61)</span><br />
<span style="color:#33ff33;">oleh Rizky Wahyuni*)</span></p>
<div style="text-align:justify;color:#33ff33;">
Himpunan Mahasiswa Islam disingkat HMI merupakan organisasi mahasiswa tertua yang didirikan di Indonesia. Selang dua tahun dari kemerdekaan Indonesia berdirilah HMI sebuah organisasi kader yang diprakarsai oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa tingkat satu Sekolah Tinggi Islam (sekarang bernama UII) tepatnya pada 14 Rabiul Awal 1366 H atau 5 Februari 1947 M di Jogjakarta. Latar belakang historis dan tujuan berdirinya organisasi kader ini adalah memepertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, meningkatkan derajat kehidupan bangsanya serta menegakkan ajaran islam dan memajukan ummatnya.</p>
<p>Tepat pada 5 Februari 2008 ini HMI menginjak pada usia 61 tahun. Usia yang senja jika diibaratkan sebagai seorang manusia, namun bagi ukuran sebuah organisasi usia demikian merupakan usia yang matang dengan segala pengalaman merekaman sejarah yang pernah dilaluinya.</p>
<p>Tentu saja dengan perjalanan sedemikian panjang HMI mengalami dinamika yang luar biasa. Mulai dari tantangan eksternal organisasi baik itu yang datang dari sistem pemerintahan, kehidupan bebangsa dan sekitarnya maupun tantangan internal dengan adanya perpecahan ditubuh HMI (DIPO dan MPO) dualisme kepemimpinan di pucuk pimpinan (PB-HMI) dan sebagainya.</p>
<p>Dalam usia 61 tahun tersebut HMI telah melewati beberepa fase proses berbangsa dan bernegara di republik ini. Mulai dari orde lama (1945-1965), orde baru (1965-1998) dan orde reformasi (1998-sekarang). Dalam selang tersebut HMI telah banyak menghasilkan para cendekiawan Muslim yang memberikan sumbangsih pemikiran terhadap permasalahan keumatan dan kebangsaan sebut saja Deliar Noer, Nurcholish Madjid, Imaddudin Abdurrahim. Syafii Ma’arif, Azyumardi Azra dan Komarudin Hidayat. Atau tokoh-tokoh politik nasional seperti Akbar Tanjung, Amien Rais, A, Yusuf Kalla dsb.</p>
<p>Diskursus tentang HMI dari awal berdirinya hingga kini tak pernah berhenti, ada yang menyanjungnya setingi langit hingga membenamkannya keperosok jurang yang paling dalam. Tak berlebihan kiranya mengingat kebesaran peran dan gerakannya yang membawa HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam yang diperhitungkan sekaligus menjadi sorotan publik. Apapun yang dilakukan oleh HMI baik itu secara organisasi maupun sebagai individu selalu menjadi perhatian masyarakat.</p>
<p>Walau sampai kini HMI masih eksis sebagai sebuah organisasi berbasis ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan kepemudaan, namun ternyata banyak sekali persoalan yang tengah dihadapi. Jika diibaratkan seorang anak manusia yang berusia 61 tahun tentunya adalah seorang kakek atau nenek yang didalam tubuhnya sedang bersarang berbagai penyakit. Tentu saja agar tidak segera ajal menjemputnya harus dilakukan diagnosa untuk melakukan pengobatan dan treatment terhadapnya.</p>
<p>Tidak tabu rasanya di hari yang bersejarah bagi awal perjuangan HMI ini seluruh kader-kader HMI mencoba untuk mendiagnosa melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan HMI. Bahkan dirasakan kader-kader perlu melakukan otokritik terhadap dirinya (baca:HMI) agar HMI bisa terus survive dalam kondisi kontemporernya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Diagnosa Kondisi HMI hari ini</span><br />
Sebenarnya Prof. Agussalim Sitompul yang juga merupakan pakar sejarah HMI telah mendiagnosa kemunduran HMI secara komprehensif dalam bukunya 44 Indikator kemunduran HMI. Tulisan ini hanya ingin sedikit memepertegas bahawa sebenarnya sebagai organisasi HMI tidak nilai.Siapa saja boleh memberikan penilaian terhadap eksistensi organisais ini. Terlebih bagi mereka yang terjun langsung menggumilinya.</p>
<p>Keberadaan HMI sebagai organisasi kemahasiswaan sebagai satu stuktur dalam kehidupan sosial sudah sejak lama disinyalir mengalami kelesuan bahkan kemunduran. Hal tersebut adalah suatu fenomena sosial yang tidak lepas dari pengaruh lingkungan global sebagai bentuk interaksi sosial. Kehidupan sosial masyarakat selalu mengalami progres yang begitu luar biasa. HMI sebagai bagian dari sistem pranata sosial tersebut sepertinya kurang dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang terjadi. Kader-kader HMI sepertinya gagap dengan kemajuan dan perkembangan zaman yang ada. Persoalan global, kemajuan teknologi informasi penguasaan bahasa asing kurang mendapat tempat dihati pegiat organisasi ini. Padahal hal tersebut yang menjadi perhatian dunia belakangan ini.</p>
<p>Salah satu hal penting yang mulai memudar pada HMI hari ini juga adalah semakin berkurangnya komitmen keislaman dan keumatan kader-kader HMI. Terutama dalam merespon permasalahan keumatan. keberpihakan HMI pada persolana keumatan terutama umat Islam dirasa semakin tak nyata. HMI seperti kehilangan jatidiri keislamannya. tak jarang sebagian masyarakat Indonesia membaut definisi I dalam HMI dengan Indonesia.</p>
<p>Suatu kenyataan yang tak dapat dipungkiri lagi saat ini adalah persoalan perkaderan. HMI tidak lagi dapat mengakar di kampus bahkan lebih ekstrim tidak diminati oleh sebagian mahasiswa. HMI dihadapkan pada kondisi serba ketidak jelasan terlebih bila berbicara persoalan kampus dimana seharusnya HMI berada. Kita (HMI) akan berhadapan dengan perubahan yang drastis dan radikal pada wajah kampus. Saat ini kampus dihiasi dengan wajah-wajah pragmatis dan hedonis. Dan sistem perkuliahanpun semakin tidak ramah dengan aktifitas yang dilakukan oleh HMI maupun organisasi kemahasiswaan lain.</p>
<p>HMI belum punya treatment yang jelas untuk dapat merubah bahkan lebih sederhananya menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Kita (HMI) terkesan kebingungan menempatkan diri secara tepat dalam perkembangan realitas kehidupan yang semakin kompleks. Kita masih berkutat pada pola-pola lama dan kering inovasi. ada sebagian kader yang survive di kampus itu hanya suatu kebetulan belaka.</p>
<p>Kondisi seperti ini memang tidak hanya dirasakan oleh HMI sebagai organisasi kemahasiswaan, tapi seluruh organisasi ekstra dan intra yang ada di lingkungan kampus. Namun kurangnya minat mahasiswa untuk beraktifitas organisasi bukan menjadi apology bagi HMI karena bagi HMI Kampus merupakan centra paling vital. Hal tersebut mengingat HMI merupakan organisasi kader bagi mahasiswa-mahasiswa islam yang ada di universitas maupun perguruan tinggi yang ada. Kader bagi HMI baik secara kualitas dan kuantitas merupakan harga mati yang tak dapat ditawar-tawar lagi.</p>
<p>Belum lagi kita selesai membahas persoalan minimnya tingkat rekrutmen perkaderan di kampus kita dihadapkan kembali pada persoalan berkurangnya tadisi intelektual HMI. Ini merupakan suatu kenyataan yang sangat memperihatinkan. Padahal jika kita beromantisme sebentar dengan masa lalu, HMI pada dekade tahun 1970-an banyak melahirkan kader-kader yang sangat prestisius dalam bidang intelektual sebut saja Nurcholis Madjid, Ridwan Saidi, M. Dahlan Ranuwiharjo, Dawam Raharjo yang mampu melahirkan pemikirian-pemikiran mumpuni yang masih up to date hingga saat ini.</p>
<p>Peningkatan kapasitas intelektual yang semestinya didukung oleh tradisi RWD (reading, writing and discusion) semakin jauh dari wajah HMI. Karena berkurangnya tradisi-tradisi tersebut mengakibatkan kebanyakan kader HMI kering wacana tidak leading dalam ide. Forum-forum diskusi / forum ilmiah jarang di hadiri oleh kader, tulisan-tulisan yang dimuat dimediapun sangat minim dari kader-kader HMI. kini wjah HMI berganti dengan wajah mereka yang senang dengan hura-hura dan kesenangan sesaat semata.</p>
<p>Berkurangnya perhatian HMI pada peningkatan kapasitas intelektual disebabkan juga karena para praktisi HMI cenderung politic orientied. Kader-kader HMI lebih senang berbicara bagaimana menguasai struktur pemerintahan mahasiswa ketimbang berbicara bagaimana mendobrak kebekuan sistem perkuliahan di kampus. Para senior asyik mempresure juniornya untuk merebut kekeuasaan di berbagai lini bukan mendorong para juniornya untuk berkarya dan berprestasi.</p>
<p>persolana tersebut diatas merupakan sebagian kecil dari persoalan yang selalu dihadapi oleh HMI. mengapa demikian, karena penulis menemukan bahwasanya persoalan yang terjadi dari masa-kemasa di HMI tak jauh dari persoalan diatas.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kembali Pada Muslim-Intelektual-Profesional</span><br />
Agar HMI tidak semakin tergerus dan terlindas oleh perkembangan zaman maka perlu ada trobosan baru yang dilakukan oleh HMI dlakukan secara simultan, berkesinambungan dan didukung oleh seluruh elemen yang ada di HMI baik itu tingkat PB, Badko, Cabang, Komisariat maupun lembaga pengembangan profesi yang ada di lingkungan HMI.</p>
<p>Sebenarnya kalau kita (HMI) mau jujur, benar-benar mendalami dan berkomitemen melakukannya semua treatmen untuk memperbaiki HMI telah tergambar jelas di lima kualitas insan cita HMI. Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita yang terwujud oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan.</p>
<p>Lebih ringkasnya termuat dalam slogan HMI, Muslim-Intelektual-Profesional. Selogan itu telah menjadi spirit of life nya kader-kader HMI. Namun selogan itu tentunya bukan hanya sebagai pembakar semangat bagi kader-kader HMI setelahnya tak berguna apa-apa. Kader HMI harus mampu meterjemahkan slogan tersebut dalam kehidupan nyatanya.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Muslim</span>, sebagai organisasi mahasiswa yang bernafaskan islam seharusnya Islam menjadi jiwa dan memberi pedoman pola fikir dan pola lakunya para kadernya. Sebagai seorang muslim sejati ajaran Islam harus membentuk “unity personality” dalam diri setiap kader. Kualitas ini harus terintegrasikan dengan baik untuk dapat menajawab masalah bangsa dan perjuangan umat islam Indonesia dewasa ini.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Intelektual</span>, Intelektual dicerminkan dari berpendidikan Tinggi, berpengetahuan luas, berfikir rasional, obyektif, dan kritis. sejak puluhan tahun silam HMI terkenal dengan organisasi intelektual dimana kader-kader yang ada didalamnya mempunyai kapasitas intelektual yang sangat tinggi, kaya akan konsep, terdepan dalam ide dan gagasan Untuk itu kader-kader HMI sekarang harus tetap mempertahankannya. Penciptaan kondisi iklim intelektual dan akademis seperti menggiatkan kembali budaya diskusi, menulis dan membaca perlu dilakukan di lingkungan HMI.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Profesional</span>, dizaman yang semakin maju ini menuntut semua serba profesioanal. Keprofesionalan yang dimaksud adalah kader HMI sanggup berdiri diatas ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu pilihannya, baik secara teoritis maupun tekhnis dan sanggup bekerja secara ilmiah yaitu secara bertahap, teratur, mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan yang ada.</p>
<p>Ditengah tuntutan dan tantangan yang dihadapi HMI, memang diharapkan dapat menempatkan diri secara tepat dan dapat berperan secara optimal sebagai organisasi kemahasiswaan, organisasi kader dan perjuangan. Ketiga konsep tersebut diatas hanya merupakan dasar atau landasan yang harus menjadi spirit of life HMI. Untuk metode aplikasi dan praktisnya tergantung dari tingkat kreatifitas para fungsionaris HMI baik tingkat PB, Badko, Cabang maupun Komisariat dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah baik cabang ataupun komisariat. Ibarat barang dagangan HMI harus mampu merubah wajahnya agar menjadi marketable dengan sistem marketing yang baik dan visioner serta dengan marketer-marketer yang handal.</p>
<p>Masih banyak yang perlu dilakukan oleh HMI terutama menyangkut persoalan eksistensinya. tulisan ini memang tak cukup banyak memberikan kontribusi bagi perbaikan HMI, tapi setidaknya mampu memberikan ruang bagi HMI terutama kader-kadernya untuk sejenak berfikir dan kemudian bertindak.</p>
<p>Di hari jadi HMI ke-61 yang tepat jatuh pada 5 Februari 2008 ini harus jadi momentum untuk HMI agar tidak terlena dengan euforia kebesaran dan kesuksesan dimasa lalu. Harus ada langkah kongkrit merealisasikannya yang merupakan tanggung jawab segenap keluarga besar HMI. Selamat milad HMI ke-61, Go Ahead, Yakin Usaha Sampai!</p>
<p><span style="font-style:italic;">*) Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi-Hmi)Cabang Pontianak</span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=84&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2008/02/05/muslim-intelektual-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diperlukan Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/30/diperlukan-diklat-jurnalistik-tingkat-lanjut/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/30/diperlukan-diklat-jurnalistik-tingkat-lanjut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 04:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/30/diperlukan-diklat-jurnalistik-tingkat-lanjut/</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 2007 Agustus 31 Nur Iskandar Borneo Tribune, Pontianak Diklat jurnalistik mahasiswa tingkat dasar yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak dibuka Walikota dr H Buchary A Rachman, Jumat (31/8) kemarin. Acara dihelat di Rektorat Untan. Walikota di hadapan 30-an peserta dan pengurus Lapmi yang baru dilantik serta pengurus HMI Cabang Pontianak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=83&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="date-header">Jumat, 2007 Agustus 31</h2>
<p><a name="732791846501965342"></a>                                        Nur Iskandar<br />
Borneo Tribune, Pontianak<br />
Diklat jurnalistik mahasiswa tingkat dasar yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak dibuka Walikota dr H Buchary A Rachman, Jumat (31/8) kemarin. Acara dihelat di Rektorat Untan.<span class="fullpost"><br />
Walikota di hadapan 30-an peserta dan pengurus Lapmi yang baru dilantik serta pengurus HMI Cabang Pontianak mengusulkan agar kegiatan diklat jurnalistik jangan melulu tingkat dasar. Sudah saatnya digelar diklat jurnalistik tingkat lanjut bahkan tingkat pembina.<br />
“Kalau tingkat dasar terus ya tak maju-maju. Sudah saatnya digelar diklat tingkat lanjut hingga tingkat pembina sehingga mahasiswa semakin mengerti dengan dunia kewartawanan,” ujar Buchary yang juga mantan aktivis mahasiswa Islam ketika menjalani kuliah kedokteran di Universitas Indonesia.<br />
Diklat jurnalistik tingkat dasar dikatakan Buchary baru pengenalan pada kulit-kulitnya saja. “Jangan baru mendapat diklat tingkat dasar kalian sudah bertindak melebihi wartawan,” ujarnya memancing tawa peserta.<br />
Buchary dalam kesempatan pembukaan Diklat juga menegaskan bahwa ilmu kepenulisan sangat penting untuk dikuasai. “Dalam belajar sikap kerja keras sangat diperlukan. Jangan mau instan, karena yang instan akan prematur atau dini,” ujarnya mengenai semakin banyaknya penyakit meninggal dini, pensiun dini, hingga nikah dini.<br />
Proses yang membutuhkan kesabaran menjadi titik tekan Buchary dalam kata sambutannya. “Kesabaran dekat dengan kesuksesan. Ilmu itu yang harus dikuasai anak-anak HMI karena nilai-nilai keislamannya. Anak HMI harus beda dong dengan anak-anak lainnya. Kalau sama, ya bukan HMI melainkan Himpunan Mahasiswa Indonesia saja,” ujarnya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=83&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/30/diperlukan-diklat-jurnalistik-tingkat-lanjut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lapmi Kirim Delegasi Pelatihan Jurnalistik Koperasi</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/24/lapmi-kirim-delegasi-pelatihan-jurnalistik-koperasi/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/24/lapmi-kirim-delegasi-pelatihan-jurnalistik-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 10:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/24/lapmi-kirim-delegasi-pelatihan-jurnalistik-koperasi/</guid>
		<description><![CDATA[LAPMI kembali mengirimkan delegasinya pada pelatihan jurnalistik .pelatihan jurnalistik sekaligus sosialisasi PIP (pusat informasi perkoperasian) Dekopinwil (dewan perkoperasian wilayah) kal-bar ini dibuka oleh ketua dekopinwil kal-bar, awing di hotel merpati (07/12). Pelatihan yang berlangsung sampai  hari minggu (09/12) tersebut menghadiri pemateri pimpinan redaksi majalah PIP, Irsyad Muchtar.Dalam pelatihan ini, selain materi, peserta juga melakukan aplikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=80&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><font face="Times New Roman">LAPMI kembali mengirimkan delegasinya pada pelatihan jurnalistik .pelatihan jurnalistik sekaligus sosialisasi PIP (pusat informasi perkoperasian) Dekopinwil (dewan perkoperasian wilayah) kal-bar ini dibuka oleh ketua dekopinwil kal-bar, awing di hotel merpati (07/12). Pelatihan yang berlangsung sampai<span>  </span>hari minggu (09/12) tersebut menghadiri pemateri pimpinan redaksi majalah PIP, Irsyad Muchtar.</font></span><span><font face="Times New Roman">Dalam pelatihan ini, selain materi, peserta juga melakukan aplikasi materi langsung ke lapangan dan kunjungan ke kantor redaksi harian Borneo Tribune.</font></span><font face="Times New Roman"><span>Menurut direktur LAPMI, Rizky Wahyuni, “dengan pelatihan tersebut diharapkan para delegasi mendapatkan pengetahuan jurnalistik secara teoritis sehingga bisa mengadopsikan ilmu tersebut kepada LAPMI khususnya dan HMI umumnya.” </span><span>Selain itu, LAPMI ingin kader-kadernya punya pengetahuan jurnalistik dari sudut pandang ekonomi.</span></font></p>
<p style="text-indent:30pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">Kegiatan yang diketuai oleh kepala biro PIP Pontianak, Sarkosih, diikuti oleh peserta yang berasal dari Dekopinda, Dekopinwil, koperasi-koperasi yang ada di pontianak dan lembaga-lembaga pers mahasiswa. Lapmi sendiri mengirimkan 4 delegasi pada pelatihan tersebut. Untuk mengikuti pelatihan tersebut, setiap peserta dikanakan biaya 100 ribu. Biaya tersebut ditanggung oleh LAPMI. (<em>Novy)</em></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=80&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/24/lapmi-kirim-delegasi-pelatihan-jurnalistik-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKILAS TENTANG CITIZEN JOURNALISM</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-citizen-journalism/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-citizen-journalism/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 12:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-citizen-journalism/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Rizky Wahyuni*)  Beberapa waktu belakangan kita sering mendengarkan istilah citizen journalism. Bahkan  salah satu TV swasta nasional dengan bangganya menyatakan bahwa mereka telah menerapkan sistem citizen journalism. Namun apakah kita tau apa itu citizen journalism? Mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu anda mengetahui apa yang dimaksud dengan citizen journalism. Berkat kemajuan teknologi informasi dewasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=78&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Oleh Rizky Wahyuni*)</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> Beberapa waktu belakangan kita sering mendengarkan istilah citizen journalism. Bahkan<span>  </span>salah satu TV swasta nasional dengan bangganya menyatakan bahwa mereka telah menerapkan sistem citizen journalism. Namun apakah kita tau apa itu citizen journalism? Mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu anda mengetahui apa yang dimaksud dengan citizen journalism.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Berkat kemajuan teknologi informasi dewasa ini, perkembangan jurnalisme pun semakin dinamis. Kini dimulailah era baru dalam dunia jurnalisme, open source reporting. Dalam open source reporting siapa saja bisa melaporkan apa saja yang dilihatnya, atau yang ingin disampaikannya ke publik. Berita, opini, reportase, sampai curhat yang sangat pribadi, semua bisa dipublikasikan kepada orang lain dan dinikmati secara luas (Santi Indra Astuti,2007). Tidak perlu menunggu wartawan mewawancarai atau mewartakan seperti yang terjadi pada media mainstreem yang ada.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Perkembangan Jurnalisme itu adalah Partisipatory journalism atau yang biasa disebut citizen journalism (CJ) jika diartikan menurut bahasanya berarti jurnalisme warga, aksi dari warga kota/negara yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisa, serta diseminasi berita dan informasi. CJ melibatkan warga dalam memberitakan sesuatu peristiwa dengan begitu setiap orang adalah wartawan dan kerja wartawan bisa dilakukan oleh setiap orang, baik itu ibu rumah tangga, pelajar/mahasiswa bahkan para pekerja kantoran. Karena tidak terikat dengan salah satuprofesi tertentu maka CJ dikategorikan sebagai jurnalisme publik. Maksud dari partisipasi publik ini untuk menghadirkan independensi, reliabilitas, akurasi, wide-ranging dan relevansi informasi yang ada dalam demokratisasi (wikipedia.com)</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Disini setiap orang dapat menjadi subjek sekaligus objek dari dari media massa, bukan lagi hanya menjadi subjek seperti dalam media-media konvensional. Dalam media konvensional biasanya hanya mereka yang terdaftar sebagai wartawan dalam media tersebut saja yang dapat memberikan berita, sedangkan masyarakat pada posisi pasif sebagai penonton, pemirsa ataupun pembaca saja. Masyarakat tidak dilibatkan terlalu jauh untuk dapat menentukan topik, tema maupun bahasan dalam setiap pemberitaannya. Karena sejauh ini ternyata media-media utama, mainstream yang ada, tidak bisa memenuhi kebutuhan dengan alasan space, industri, bisnis serta alasan lainnya.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Perkembangan CJ didunia sebenarnya telah berlangsung lama, sekitar dua dekade belakangan. Nicholas Lemann, profesor di Columbia University Graduate School of Journalism, New York City, Amerika Serikat, mencatat, kelahiran jurnalisme publik dimulai melalui gerakan pada Pemilu 1988. Saat itu publik mengalami erosi kepercayaan terhadap media-media mainstream seputar pemilihan presiden AS. Sedangkan CJ yang paling fenomenal di dunia saat ini adalah situs Oh My News. Berkantor pusat di Seoul, Korea Selatan, situs ini pertama terbit 22 Februari 2000 dengan moto &#8220;Setiap Warga adalah Seorang Reporter&#8221;. Pemunculan oh my news juga dilatar belakangi pemilihan presiden korea selatan. Hingga kini OMN telah memiliki 60 ribu reporter seluruh dunia 80% berasal dari citizen journalism dan hanya 40 orang berasal dari ”wartawan tradisional”.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Di Indonesia, CJ baru berkembang sejak 2005, namun telah banyak media online di Indonesia menerapkan CJ diantaranya panyingkul.com, halamansatu.net, wikimu.com, kabarindonesia, greenpressnetwork dsb. Bahkan media-media cetak dan elektronik nasional pun sekarang telah menerapkan sistem CJ,<span>  </span>sebut saja Republika yang telah menerapkan CJ sejak 7 Januari 2007 atau radio Elshinta yang sejak tahun 2000 telah menerapkan CJ dan memiliki kurang lebih 100.000 citizen reporter. Bahkan saat browsing tentang CJ penulis menemukan salah satu blogs yang menerapkan CJ di kota Pontianak.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Perkembangan teknologi dan informasi seperti perkembangan internet telah menjadikan model jurnalism ini berkembang sedemekian pesat. Hampir setiap orang memiliki website minimal blogs yang didalamnya dapat memuat laporan, berita, dan aktivitas maupun pembahasan akan isu tertentu. Alasannya sangat sederhana kenapa media ini (blogs) lebih disenangi karena selain gratis, blog dapat dengan mudah mendekatkan antara berita yang ditampilkan dengan pembacanya, sehingga mempermudah dalam memeberikan tanggapan, koreksian maupun tambahan informasi melalui box komentar yang biasa terdapat di bawah postingan. Memeberikan ruang yang lebih kepada pembaca untuk ambil bagian menjadi CJ pada media tersebut.</span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Sulit memang menghindari perkembangan citizen journalism ini dan menjadikan hal tersebut ancaman baru bagi media-media konvensional. Namun disinilah menariknya karena media mainstream ditantang untuk semakin meningkatkan kualitas, minimal mencari cara baru mendekatkan diri pada khalayak dengan mengangkat isu-isu publik. </span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Citizen journalism bukan sekadar &#8220;jurnalistik beralih ke tangan orang biasa&#8221;, tetapi mulai mendekati apa yang dibutuhkan dan diinginkan publik. Selama ini, produk-produk jurnalistik yang dimanifestasikan dalam media mainstreem lebih merupakan suara industri dan pemodal besar dengan segala kepentingan di dalamnya. Suara publik hilang ditengah kepentingan-kepentingan itu. Maka wajar jika CJ ini menjadi andalan publik untuk dapat berpartisipasi aktif dalam menyuarakan kepentingan masyarakat banyak sehingga pemberitaan dan informasi yang diterima masyarakat semakin dinamis. [dari berbagai sumber]</span></p>
<p class="MsoPlainText"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></b></p>
<p class="MsoPlainText"><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><b>*)Penulis adalah Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Pontianak</b></span></p>
<p class="MsoPlainText"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=78&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-citizen-journalism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kode Etik Penghormatan Islam, Dalam Salam</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/kode-etik-penghormatan-islam-dalam-salam/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/kode-etik-penghormatan-islam-dalam-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 12:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/kode-etik-penghormatan-islam-dalam-salam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :Kundori, S.Sos.I Ketika seorang bertemu kawan atau atasannya khususnya dalamkeadaan resmi, mereka pada umumnya saling mengucapkan Selamat pagi, selamat siang dan lain sebagainya. Rupanya ucapan-ucapan demikian memang sudah menjadi naluri manusia, dan kalau memang ada mereka yang mengucapkan salam, dia akan mengambang karena tertuju bukan pada obyeknya. Islam sebagai agama fitrah tampil dengan tuntutannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=76&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :Kundori, S.Sos.I</p>
<p>Ketika seorang bertemu kawan atau atasannya khususnya dalamkeadaan resmi, mereka pada umumnya saling mengucapkan Selamat pagi, selamat siang dan lain sebagainya. Rupanya ucapan-ucapan demikian memang sudah menjadi naluri manusia, dan kalau memang ada mereka yang mengucapkan salam, dia akan mengambang karena tertuju bukan pada obyeknya.<br />
Islam sebagai agama fitrah tampil dengan tuntutannya, yaitu berisi Do’a. “Kamu tidak akan masuk Surga sampai kamu beriman, dan imanmu telah akan sempurna sampai kamu saling menyayangi, apakah kamu saya tunukan sesuatu yang jika kamu amalkan akan menimbulkan kamu salling menyayangi, maka sebarluaskanlah Salam diantaramu.(HR.Muslim).<br />
Alangkah pentingnya salam ini, sehingga punya kaitan erat dengan masalah kasih sayang dan iman. Menyebarluaskan salam berarti mempererat hablum minannas, berarti pula menyempurnakan iman dan sampai ke surga.<br />
Menyebarkan salam berarti mendoakan, sedangkan bagi yang mendengarnya haruslah menjawabnya. Firman Allah :”Apabila engkau diberi penghormatan (salam) dengan penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa), sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu”.(QS.An-Nisaa:86)<br />
Dalam kehidupan bermasyarakat pada umumnya orang-orang yang merasa antar sesamanya sudah saling kenal, mereka lantas tanpa ada penghormatan sama sekali, sebagai contoh, seseorang masuk kerumah tetangganya asal masuk saja tanpa harus pemberitahuan atau izin terlebih dahulu. Padahal hal semacam ini sudah melanggar ajaran Islam dan kode etik selaku tamu, dan sebagai tuan rumah berhak mengusir kalau memang hal ini terjadi diantara kita.<br />
Dengan demikian kalau setiap tamu dapat megucapkan salam, maka pemilik rumah ada kesempatan untuk bersiap-siap, mungkin waktu itu tuan rumah sedang tidur, atau sedang tidak berpakaian serta yang lainnya, karena adanya ucapan salam jadi mereka bisa bersiap diri untuk menyambut tamunya itu dan akan terjadi keakraban tersendiri.<br />
Ketia setiap kaum muslimin mau melaksankan salam sebagaikode etik Islam, maka dalam kehidupan ini akan tampak suatu kebenaran, kekuatan, kebesaran dan persatuan sesama Islam akan tersyiar. Sehingga dimanapun kita berada, kita akan tahu mana yang saudara seagama dan mana pula yang bukan. Karena kalau kita lihat dalam kehidupan selama ini banyak terjadi kekurangan pahaman antara sesamanya sehingga kadang menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya antara seagama adu kekuatan hanya gara-gara menegur sapa yang menyinggung perasaannya dan diapun tidak terima diperlakukan seperti itu.<br />
Nah hal semacam ini sudah merupakan sangat erat kaitannya dengan salam tadi, caba kalau kita ucapkan salam apa itu dengan orang yang merasa kita belum kenal, atau yang lainya Insya Allah orang tersebut akan merasa terhormat dan kita pun akan diperlakukan sealiknya sehingga keduanya akan terjadi saling kebersamaan. Demikian sekali lagi salam merupakan sebagai jalan terbentuknya kesatuan antara manusia. Dan yang perlu diingatkan salam bukan berarti diperuntukan sebgai sapaan kepada orang Islamlainnya, melainkan juga kepada keluarga kita sendiri. Kembali pada sejarah, nabi juga pernah berkata kepada Ali putra menantunya : “Hai anakku apabila engkau pulang kerumahmu maka ucap salam, agar kamu dan keluargamu mendapat berakah”.<br />
Nah dengan demikian, mari kita semua kaum muslimin sebarluaskanlah salam kepada sesama Islam termasuk keluarga kita dan kalau memangbelum terbiasa dengan ucapan salam dalam sehari-hari, mari kita mulai, ini merupakan tuntutan agama, orang bisa karna biasa, kita paksakan diri sendiri, dengan salam Insya Allah kita akan hidup dalam kesatuandan persatuan bangsa ini.</p>
<p><b>(Penulis Mantan Pengurus LDMI HMI Cabang Pontianak)</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=76&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/kode-etik-penghormatan-islam-dalam-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Ibu: Saatnya Perempuan Berjuang</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/hari-ibu-saatnya-perempuan-berjuang/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/hari-ibu-saatnya-perempuan-berjuang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 12:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/hari-ibu-saatnya-perempuan-berjuang/</guid>
		<description><![CDATA[HARI IBU: SAATNYA PEREMPUAN BERJUANG Oleh Rizky Wahyuni*) Setiap tanggal 22 Desember Bangsa Indonesia merayakan perayaan Nasional yang disebut dengan hari Ibu. Perayaan yang sama juga dilakukan di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong yang mereka sebut Mother’s Day, dirayakan pada hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=74&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b>HARI IBU: <span> </span>SAATNYA PEREMPUAN BERJUANG</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b>Oleh Rizky Wahyuni<sup>*)</sup></b></p>
<p class="MsoNormal">Setiap tanggal 22 Desember Bangsa Indonesia merayakan perayaan Nasional yang disebut dengan <i>hari Ibu</i>. Perayaan yang sama juga dilakukan di<span>  </span>Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong yang mereka sebut <i>Mother’s Day</i>, dirayakan pada hari minggu pekan kedua bulan Mei. Di Eropa dan Timur Tengah, <i>hari Ibu</i> atau <i>Mother’s Day</i> diperingati setiap bulan Maret. Walau sepintas terutama dalam sebutannya <i>hari Ibu</i> atau <i>Mother’s Day </i>sama, namun secara makna perayaan keduanya berbeda.<br />
<b><br />
<i><span>Mother’s Day</span></i></b></p>
<p>Wikipedia.org menyebutkan peringatan <i>Mother’s Day</i> di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, berasal dari pengaruh / kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan Ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. <span>Di negara-negara tersebut, peringatan <i>Mother’s Day</i> jatuh pada bulan Maret.</span></p>
<p>Di Amerika serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, memperingati <i>Mother’s Day</i> pada hari minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial julia ward howe mencanangkan pentingnya Perempuan bersatu melawan perang saudara.</p>
<p>Tradisi <i>Mother’s Day</i> ala Amerika serikat atau Eropa mendedikasikan hari itu sebagai penghormatan terhadap jasa para Ibu dalam merawat anak-anak dan suami serta mengurus rumah tangga. Dibebaskan dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.</p>
<p>Manifestasi <i>Mother’s Day</i> dinegara-negara tersebut kerap dinyatakan dengan mengirim kartu, memberikan bunga, menggantikan peran Ibu di dapur, dan membelikan hadiah. Biasanya hadiah yang dipilih pun adalah benda yang mencerminkan “sifat keIbuan”, seperti perlengkapan dapur yang cantik. Inti pemaknaan <i>Mother’s Day</i> macam ini adalah perayaan peran domestik Perempuan sekaligus peneguhan posisi Perempuan sebagai makhluk domestik. Domestifikasi Perempuan yang mengawetkan bilik dapur, sumur, dan kasur sebagai domain kaum Perempuan.(<i>Yeni Rosa Damayanti dan hary prabowo: 2005</i>)</p>
<p>di Indonesia perayaan <i>hari Ibu</i> juga banyak disalah artikan bahkan disama artikan dengan perayaan <i>Mother’s Day</i> di negara lain. Dimanifestasikan melalui pembebas tugasan Ibu-Ibu rumah tangga dari tugas domestik mereka sehari-hari seperti memasak, mencuci atau pekerjaan rumah tangga, makan-makan atau pemberian kado bagi para Ibu yang dilakukan oleh suami dan anak-anak mereka. Setiap hari itu semua Ibu-Ibu Indonesia mendapatkan perlakuan istimewa, anak dan suamipun larut dalam euforia itu.</p>
<p>Hal tersebut terjadi akibat kurang mengertinya akan makna dari peringatan <i>hari Ibu</i> itu bahkan sengaja dilakukan oleh pihak tertentu untuk kepentingan komersialisasi dan industrilialisasi. Perayaan <i>hari Ibu</i> dijadikan moment memanjakan Ibu-Ibu, suami memeberikan apa saja keinginan sang istri, anak-anak sIbuk memeberikan perhatian melalui kado-kadodan barang-barang berharga lainnya.</p>
<p>Padahal jika diitlik kebelakang berdasarkan sejarah penetapan tanggal 22 Desember sebagai <i>hari Ibu</i> di Indonesia mengandung makna perjuangan upaya perbaikan kualitas bangsa, bukan pembebas tugasan atau saatnya bersantai bagi Perempuan Indonesia. 22 Desember menandai turut andilnya Perempuan Indonesia dalam memperjuangkan perbaikan nasib dan derajatnya itu titik tekannya.</p>
<p><b>Sejarah <i>hari Ibu</i> Indonesia</b></p>
<p><i>hari Ibu</i> tanggal 22 Desember dirayakan secara Nasional hingga kini secara resmi ditetapkan oleh Presidenn Soekarno melalui dekrit Presidenn no. 316 tahun 1959. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan <i>hari Ibu</i> diputuskan dalam kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada tahun 1938. Namun jauh sebelumnya telah banyak rintisan yang dilakukan oleh kaum Perempuan Indonesia dengan mengorganisir diri melalui organisasi-oraganisai kewanitaan dan melakukan kongres Perempuan I dan II.</p>
<p>Sejak 1912 tercatat sudah ada organisasi Perempuan yang berdiri, Poetri Mardika (1912), salah satu organisasi Perempuan yang kelahirannya mendapat dukungan Dari Boedi Oetomo. Ada juga yang lainnya yaitu Pawiyatan Wanito (Magelang, 1915), Percintaan Ibu Kepada Anak Temurun—Pikat (Manado, 1917), Purborini (Tegal, 1917), Aisyiyah atas bantuan Muhammadiyah (Yogyakarta, 1917), Wanito Soesilo (Pemalang, 1918), Wanito Hadi (Jepara, 1919), Poteri Boedi Sedjati (Surabaya, 1919), Wanito Oetomo dan Wanito Moeljo (Yogyakarta, 1920), Serikat Kaoem Iboe Soematra (Bukit Tinggi, 1920), Wanito Katolik (Yogyakarta, 1924). (<i>Sukanti Suryochondro: 1995</i>). Pendirian organisasi tersebut sedikitnya diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.</p>
<p>Untuk mempersatukan cita-cita, berusaha memajukan Perempuan Indonesia dan menggabungkan organisasi-organisasi Perempuan yang ada di Indonesia tersebut dalam suatu badan federasi yang demokratis dan pluralis, maka pada 22-25 Desember 1928 (dua bulan setelah sumpah pemuda) organisasi Perempuan yang ada di seluruh Nusantara berkumpul melaksanakan kongres Perempuan Indonesia i kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Yogyakarta dihadiri sekitar 30 organisasi Perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera antara lain adalah organisasi Wanita Utomo, Wanita Tamansiswa, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond Bagian Wanita, Wanita Katholik, dan Jong Java bagian Perempuan.</p>
<p>Hasil keputusan kongres pertama yaitu mendirikan badan permufakatan bernama perikatan perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang bertujuan menjadi pertalian segala perhimpunan Perempuan Indonesia dan memperbaiki nasib dan derajat Perempuan Indonesia. Dalam dalam buku <i>&#8216;peringatan 30 tahun kesatuan pergerakan Perempuan Indonesia 1928-1958&#8242;</i> salah satu kongresnya PPPI merekomendasikan berbagai kerja konkret yang lebih maju bagi pergerakan Perempuan Indonesia, seperti menguatkan perkumpulan pemberantasan perdagangan Perempuan dan anak-anak (P4A), menyelidiki kondisi kesehatan Perempuan dan kematian bayi di pedesaan, membuat propaganda tentang dampak buruk perkawinan dini bagi Perempuan, mendirikan kantor penyuluh perburuhan, hak-hak Perempuan dalam perkawinan, mempelajari hak pilih bagi kaum Perempuan.</p>
<p>79 tahun berlalu dari pertama kali semangat kaum Perempuan Indonesia bersatu untuk memeperjuangkan nasibnya dan bangsanya. Kini semangat itu menjadi semakin pudar karena perayaan <i>hari Ibu</i> atau hari perjuangan kaum Perempuan kini dimaknai tidak lebih sebagai rutinitas belaka yang lebih dikedepankan adalah sekedar ceremonial konsumerisme, pemberian kado, pembebas tugasan Ibu-Ibu dari beban domestiknya atau bahkan ajang pamer kepedulian terhadap kaum Ibu.</p>
<p>Menurut <i>widyastuti purbani: 2006</i>, yang merancukan pemaknaan <i>hari Ibu</i> adalah digunakannya kata &#8220;Ibu&#8221;, dan bukan &#8220;Perempuan&#8221;. Masalahnya, jika ditilik dari apa yang dilakukan para pejuang saat itu, titik sentral yang digarap adalah kaum Perempuan secara umum, bukan sebatas kaum Ibu. Jadi, menilik sejarahnya, mestinya bukan the state of being mother-nya yang diapresiasi, tetapi kePerempuanan dan semangat juang mereka yang hebat.</p>
<p>Penggunaan kata Ibu ini pulalah yang tampaknya telah membuat pemaknaan <i>hari Ibu</i> terseret ke arah pemaknaan <i>Mother’s Day</i>, yang lebih ditujukan untuk memberi puja-puji terhadap ke-Ibu-an (motherhood) dan perannya sebagai &#8220;yang telah melahirkan dan menyusui&#8221;, sebagai pengasuh anak, sumber kasih sayang, pemandu urusan domestik, dan pendamping suami. <span> </span></p>
<p>Padahal makna lebih jauh yang dapat di ambil dari perjuangan tahun 1928 itu dimana Perempuan Indonesia pertama kali tampil ke publik, berkongres menghimpun kekuatan bersama untuk pembebasan nasib kaum Perempuan dari ketertinggalan dan ketertindasan. Bagaimana kaum Perempuan Indonesia harus berperan untuk bangkit mengejar ketertinggalan, keterpurukan, menyuarakan kepentingan dan hak-hak kaumnya.</p>
<p>Kini apapun nama dari peringatan 22 Desember ini, yang terpenting bagaimana kita memaknainya. Maraknya perdagangan anak dan Perempuan, tingginya angka kematian Ibu melahirkan, kekerasan dalam rumah tangga adalah sebagian kecil dari sekian banyak masalah yang harus dijadikan agenda utama perjuangan kaum Perempuan Indonesia saat ini. Maka dari itu moment <i>hari Ibu</i> ini harus kita kembalikan pada semangat awal yaitu saatnya Perempuan berjuang.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><b><sup>*) </sup>Rizky Wahyuni, Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI-HMI) Cabang Pontianak, koordinator Gender Study Club Untan.</b></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=74&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/23/hari-ibu-saatnya-perempuan-berjuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PELATIHAN JURNALISTIK PERKOPERASIAN</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/09/pelatihan-jurnalistik-perkoperasian/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/09/pelatihan-jurnalistik-perkoperasian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Dec 2007 07:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/09/pelatihan-jurnalistik-perkoperasian/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Rizky Wahyuni Guna menghasilkan tenaga jurnalis yang dapat memberikan pencitraan positif terhadap perkembangan perkoperasian khususnya di Kalbar, Dekopinwil (dewan koperasi wilayah) Kalbar melalui Lapenkopnya(lembaga pendidikan perkoperasian) mengadakan pelatihan jurnalistik dan sosialisasi PIP (Pusat Informasi Perkoperasian). Kegiatan berlangsung selama 2 hari (7-9/12), acara pembukaan berlangsung di Hotel Merpati jumat (7/12) pukul 19.00 wib  dan diteruskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=73&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Rizky Wahyuni</p>
<p>Guna menghasilkan tenaga jurnalis yang dapat memberikan pencitraan positif terhadap perkembangan perkoperasian khususnya di Kalbar, Dekopinwil (dewan koperasi wilayah) Kalbar melalui Lapenkopnya(lembaga pendidikan perkoperasian) mengadakan pelatihan jurnalistik dan sosialisasi PIP (Pusat Informasi Perkoperasian). Kegiatan berlangsung selama 2 hari (7-9/12), acara pembukaan berlangsung di Hotel Merpati jumat (7/12) pukul 19.00 wib  dan diteruskan kegiatan training di aula kantor Dekopinwil Kalbar.<br />
Sebanyak 30 orang peserta mengikuti pelatihan ini berasal dari Dekopinda(primer/sekunder), gerakan perkoperasian, guru dan lembaga pers mahasiswa. Sedangkan trainernya didatangkan langsung dari redaksi PIP Pusat Jakarta, sebanyak 2 orang, Irsyad Muchtar dan Oman AR. Tidak tanggung-tanggung pimpinan redaksi majalah PIP, Irsyad Muchtar, langsung yang memeberikan materi kepada seluruh peserta pelatihan jurnalistik perkoperasian yang baru pertama kali dilaksanakan di Kalbar.<br />
Hari pertama pelatihan diisi dengan pemberian materi teknik reportase dan pembuatan berita, selanjutnya para peserta diberikan penugasan lapangan dibagi menjadi 3 kelompok yang diberi tugas masing masing untuk memberitakan hasil liputannya ke Kopma Untan, Asrama Haji dan Puskud MINA di pasar Flamboyan. Investigasi lapangan ke pasar flamboyan oleh kelompok satu dari hasil penugasan ini mendapatkan skor tertinggi kemudian tulisan tersebut akan di muat pada majalah PIP edisi bulan Januari 2008 mendatang. Hari kedua diisi dengan materi tentang sosialisasi majalah PIP dan peluang bisnis media cetak yang langsung disampaikan oleh Irsyad Muchtar, Pimred majalah PIP yang telah berhasil membesarkan PIP hingga seperti sekarang ini.<br />
Ketua panitia, Sarkosih yang juga kepala biro PIP Pontianak, mengatakan kegiatan pelatihan jurnalistik perkoperasian ini diharapkan dapat memunculkan kader-kader jurnalistik dan penulis dilingkungan koperasi sehingga berita-berita tentang perkoperasian dapat berimbang dan secara langsung pengurus koperasi yang bersangkutan dapat dengan mudah memberikan informasi mengenai koperasinya.<br />
Hal senada juga disampaikan ketua Dekopinwil Kalbar, Drs. Awang sofian Razali dalam sambutannya pada saat acara penutupan pelatihan, mengatakan bahwa berita-berita tentang kemajuan dan perkembagan koperasi di Kalbar dewasa ini begitu banyak hanya saja basih belum tereksplorasi dengan baik ke publik sehingga masyarakat masih menganggap rendah koperasi. &#8220;padahal potensi koperasi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat begitu nyata untuk itu perlu dilakukan sosialisasi melalui media dan diperlukan SDM jurnalistik yang handal untuk itu&#8221; ujar Awang yang termasuk salah satu Pimpinan Paripurna Dekopin mewakili Kalimantan ini.<br />
Lebih jauh legislator DPRD provinsi Kalbar ini mengharapkan kelak dari pelatihan yang diselenggarakan akan dapat menghasilkan tenaga-tenaga jurnalis terampil yang dapat memberikan pemberitaan pencitra positif terhadap koperasi dan UKM  terutama di Kalbar sehingga spirit mensejahterakan masyarakat melalui optimalisasi koperasi dan UKM dapat dengan mudah terwujd.<br />
Pusat Informasi Perkoperasian<br />
Berawal dari keinginan memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang perkembangan koperasi, para peserta &#8220;Latihan Jurnalistik Bagi Wartawan Koperasi&#8221; yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyuluhan Ditjen Koperasi tahun 1980  mencetuskan gagasan membentuk pusat informasi perkoperasian. Maka tepat pada april 1981 diluncurkanlah edisi perdana majalah PIP dalam bentuk stensilan dengan tiras 400 eksampelar. Dengan didirikannya PIP ini diharapkan seluruh informasi-informasi koperasi dan UKM dapat terhimpun dan dipublikasikan secara luas ke masyarakat di seluruh Indonesia.<br />
Tahun 1983 setelah Musyawarah Nasioanal Koperasi (munaskop X), PIP Bergabung dengan Dekopin dan memeperoleh STT dari Departemen Penerangan. Meski secara organisatoris dibawah Dekopin namun kebijaksanaan redaksi dan operasionalnya dikelola sendiri. Dengan demikian PIP bebas mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak baik dengan organisasi koperasi, pemerintah, LSM maupun lembaga-lembaga lainnya. Hingga saat ini PIP telah melakukan kerjasama dengan Bulog, Bank Bukopin, FES (Frederich Ebert Stiftung), CCA (Canadian Cooperative Assosiation) dsb.<br />
Seiring perkembangannya majalah PIP yang bermarkas di Pasar Minggu Jakarta Selatan, kini telah dapat dinikmati di seluruh Indonesia. Terbit secara berkala setiap bulannya melaui sistem berlangganan. Majalah PIP didesign secara khusus berisi informasi-informasi mengenai koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di seluruh Indonesia. Untuk membantu dalam pendistribusian dan penghimpunan informasinya majalah PIP mendirikan 17 Biro, tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Kupang, termasuk salah satunya Biro Pontianak beralamat di kantor Dekopin jl. Sutoyo Pontianak.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=73&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/09/pelatihan-jurnalistik-perkoperasian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proposal LK II</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/04/proposal-lk-ii/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/04/proposal-lk-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 14:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[laporan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/12/04/proposal-lk-ii/</guid>
		<description><![CDATA[PROPOSAL INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT REGIONAL HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG PONTIANAK “REKONSTRUKSI NILAI JUANG KADER MENUJU INSAN PEMBAHARU”   A.          DASAR PEMIKIRAN   Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi kader demikianlah pasal  8 AD HMI menegaskan, makna yang terkandung adalah, setiap proses yang melingkupi organisasi selalu menitik beratkan pada perkaderan dengan orientasi Pasal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=72&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>PROPOSAL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT REGIONAL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG PONTIANAK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>“REKONSTRUKSI NILAI JUANG KADER MENUJU INSAN PEMBAHARU”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>A.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>DASAR PEMIKIRAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi kader demikianlah pasal<span>  </span>8 AD HMI menegaskan, makna yang terkandung adalah, setiap proses yang melingkupi organisasi selalu menitik beratkan pada perkaderan dengan orientasi Pasal 4 AD HMI yaitu tujuan HMI, dalam perkaderan di HMI terdapat berbagai bentuk baik yang formal, informal, dan non formal, namun inti dari kesemua pola perkaderan adalah bagaimana menjadikan kader HMI memiliki semangat serta nilai-nilai HMI yang telah digariskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Perjenjangan perkaderan diperlukan untuk membuat pemetaan terhadap potensi kader-kader yang ada di setiap lini, dan juga untuk menjaga supaya semangat kader menjadi terbarukan dikarenakan ketika suatu tahapan telah selesai maka semangat untuk mengejar tahapan selanjutnya tetap terjaga, dalam setiap perkaderan tuntutan untuk selalu peka dengan situasi zaman mutlak diperlukan, dikarenakan HMI selalu “ingin” menempatkan diri dalam proses perjalanan bangsa sehingga keberadaan HMI selalu tetap actual dan menjadi salah satu motor penggerak perubahan bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Menoleh sejenak keberadaan HMI sampai hari ini tentunya semua pihak mengakui bahwa kontribusi HMI dalam mendistribusikan kader-kader terbaiknya sangat signifikan, tidak terhitung lagi tokoh-tokoh besar telah di hasilkan HMI, dikarenakan proses yang terbuka dalam perkaderan juga mendorong potensi terpendam menjadi terpancar dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara, sekitar tahun 1970 an HMI disebut sebagai organisasi pembaharu dikarenakan tokoh-tokoh HMI yang aktif pada waktu itu memiliki gagasan-gagasan brilyan berkait dengan persoalan keumatan dan kebangsaan, suatu masa emas yang pernah dilahirkan HMI, memang secara nyata figur-figur seperti Nurcholis Majid, Dawam raharjo dan lain-lain nya sangat gandrung dalam diskusi-diskusi pemikiran, dan juga pada masa itu HMI menempatkan membaca dan berdiskusi sebagai suatu budaya yang sangat trend di organisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Banyak kritik yang diberikan “pemerhati” HMI, termasuk yang paling kencang disorot untuk menatap HMI masa kini adalah telah pudarnya budaya intelektualitas di HMI, proses-proses politik menjadi sangat kental di HMI dikarenakan secara tidak terpola political oriented telah menjadi kajian baru di HMI, sehingga dengan kuatnya cengkeraman budaya politik aktivis HMI tidak memiliki semangat untuk melakukan kerja-kerja pemikiran, dalam kondisi sedemikian harapan untuk melahirkan generasi-generasi pembaharu sulit untuk terwujudkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Mau tidak mau, suka tidak suka HMI harus melakukan evaluasi secara total untuk memperbaharui organisasi secara komprehensif, tinjauan kritis dalam rangka meng-eksplorasi setiap pikiran-pikiran cerdas kader untuk menjadikan HMI lebih dinamis, inovatif dan actual dalam dinamika zaman yang bergerak kian cepat, system perkaderan yang tidak pernah “disentuh” untuk dipikirkan haruslah mendapatkan prioritas utama dalam persoalan yang harus dituntaskan, nilai-nilai filosofis perkaderan yang terasa kian kering mesti segera di isi kembali, pemikiran bahwa perkaderan hanya berdimensi praktis adalah suatu pemikiran yang tidak tepat karena bicara perkaderan yang notabene adalah proses pembangunan manusia (human development) tentunya perlu ditelaah sisi kedalaman berpikir mau dibawa kemanakah (quo vadis) perkaderan HMI, manusia sebagai makhluk yang unik dengan potensi-potensi yang ada padanya mesti disuguhkan perkaderan yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, karena pada dasarnya antara perkaderan dan pendidikan adalah suatu hal yang sama Cuma berbeda tekanan ideology saja, namun sejatinya proses perkaderan adalah pendidikan itu sendiri. Nilai-nilai pendidikan yang tidak berkesinambungan (instan) “ingin cepat jadi” dalam system pendidikan bangsa dirasakan tidak mencerminkan keberimbangan, keutamaan-keutamaan nilai-nilai dalam bentuk angka-angka menjadikan manusia tidak lebih seperti robot-robot, tidak ada ruang bagi manusia untuk menegaskan bahwa dirinya adalah pribadi yang potensial yang punya kelebihan-kelebihan khas dibandingkan makhluk yang lainnya, dalam kondisi pendidikan bangsa yang carut marut maka harapan untuk memunculkan manusia Indonesia yang seutuhnya akan sukar untuk terwujud jika hal demikian terus kita pertahankan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Bagi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) perkaderan memiliki landasan yang kokoh, Islam sebagai sumber mata air inspirasi dan diakui sebagai agama yang kaffah tentunya sangat memperhatikan bagaimana proses pemanusiaan harus sesuai dengan nilai-nilai fitrahnya, sebagai makhluk yang diciptakan sang maha mutlak suatu keniscayaan manusia berserah secara total kepada-Nya.<span>  </span>Garis-garis yang telah dibuat oleh Allah maha perkasa, penyerahan yang dimaksud bukanlah menjadikan manusia seperti ranting ditengah gempuran ombak, namun penyerahan manusia adalah suatu bentuk ikhtiar untuk mengembalikan manusia ke dalam rel spiritualitasnya, tidak seperti pandangan barat yang menempatkan manusia ke derajad yang paling setinggi-tingginya sehingga membuat manusia menjadi congkak, angkuh, baik terhadap sesama manusia maupun kepada lingkungannya, pola pendidikan barat seperti dua sisi mata uang, disisi yang lain manusia-manusia barat telah mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang rumit dan sanggup menemukan alat-alat yang luar biasa, kan teatapi disisi yang lain manusia barat telah menganggap tuhan telah mati, sang Zaratusthra nya Nietzche, sehingga kekeringan spritualitas membuat manusia barat menjadi manusia yang hilang akan dirinya sendiri (jati dirinya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Patricia Aburden dan Jhon Naisbit mengungkap dalam bukunya yang fenomenal MEGA TREND 2000 bahwasanya telah terjadi arus kuat di masyarakat barat untuk mempelajari agama-agama timur, itu dibuktikan dengan peminat yang begitu tinggi terhadap ajaran Yoga (HINDU) dan Tasawuf (Islam), Kong hucu dan yang lainya, suatu kejadian yang menunjukan bahwa kekosongan spritualitas masyarakat barat telah membuat mereka menoleh kembali ajaran agama timur, tentunya sisi negative yang lain dalam trend tersebut adalah bahwasanya yang terjadi adalah bahwa masyarakat barat hanya mengambil sisi yang lain dari agama tidak “kaffah” dalam beragama karena mereka menolak formalitas agama, sehingga Almarhum Cak Nur menyebut bahwa trend yang terjadi adalah beragama secara semu (pseudo religion).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Terlepas dari hal tersebut tentunya trend yang terjadi di masyarakat barat telah cukup menggambarkan kepada kita semua bahwa ternyata agama merupakan kebutuhan yang tak terelakan bagi manusia, dikarenakan agama adalah instrument manusia untuk berhubungan langsung dengan sang Pencipta, sehingga ketika hubungan vertical tersebut tetap terjaga maka manusia akan kembali pada jalur yang semestinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Yang menjadi persoalan terutama ketika melihat pola beragama masyarakat kita yang sangat tradisional sehingga yang sering terjadi adalah beragama bagi masyarakat cenderung membatasi dan menghambat kemajuan, pola pikir yang berkembang adalah pola pikir yang menafikan keduniaan, sehingga etos kerja yang lemah, kedisiplinan juga lemah adalah sebagian dari karakter manusia-manusia beragama di masyarakat kita, arus beragama tradisional yang di ajarkan oleh agamawan adalah yang sangat berfokus pada kajian-kajian fikih dengan arus utama pada persoalan ibadah dasar semata, padahal yang dibutuhkan dalam zaman yang komplek saat ini adalah suatu cara pandang baru melihat kemajuan, untuk itu agama semustinya bersifat lentur dan mengakomodir perubahan-perubahan terutama dalam dimensi sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, politik, budaya dan lain sebagainya, menjadi tuntutan yang mutlak adalah menumbuhkan kader-kader Islam yang mumpuni, yaitu masyarakat Islam yang multi talenta dan menjadi pilar penggerak perubahan, impian yang ingin diwujudkan adalah suatu ketika Islam menjadi mayoritas di seantero dunia, pemeluk Islam adalah orang-orang yang sangat gandrung akan perubahan, gandrung akan ilmu pengetahuan, serta menjadi contoh yang baik bagi lingkungan atau dalam bahasa Rasulullah Uswatun Hasanah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Tentunya bukan pekerjaan yang gampang untuk mewujudkan cita-cita tersebut, setiap lapisan masyarakat Islam harus bahu membahu menumbuh kembangkan budaya keterbukaan, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, menghargai perbedaan berpendapat. Pilar-pilar tersebut perlu diperkuat dalam multi lini, sejatinya yang menjadi pilar utama adalah lingkungan keluarga, Sekolah, Masyarakat, serta bangsa dan Negara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span>Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai bagian dari kelompok masyarakat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjadi dinamisator perubahan di masyarakat, sehingga HMI sebagai organisasi kader tetap berproses untuk menciptakan manusia Insan cita, manusia yang siap akan tanggung jawab perubahan, oleh sebab itulah Latihan Kader II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak mengambil tema <strong>“REKONSTRUKSI NILAI JUANG KADER MENUJU INSAN PEMBAHARU</strong>” <strong><em>Yakin Usaha Sampai&#8230;..</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:25.65pt;text-align:justify;text-indent:-24.6pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>B.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>NAMA KEGIATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kegiatan ini bernama <strong>INTERMEDIATE TRAINING (LATIHAN KADER II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG PONTIANAK</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:22.8pt;text-align:justify;text-indent:-24.6pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>C.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>TEMA KEGIATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tema kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II) ini adalah “ Rekonstruksi Nilai juang kader menuju Insan pembaharu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:25.65pt;text-align:justify;text-indent:-25.65pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>D.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>TUJUAN KEGIATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah “Terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengemban misi HMI menuju insane Pembaharu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:25.65pt;text-align:justify;text-indent:-24.6pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>E.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>TARGET KEGIATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.75pt;text-align:justify;text-indent:-21.75pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Memiliki kesadaran intelektual yang kritis, dinamis, progresif, inovatif dalam memperjuangkan misi HMI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.75pt;text-align:justify;text-indent:-21.75pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Memiliki kemampuan Manajerial dalam berorganisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:22.8pt;text-align:justify;text-indent:-22.8pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Mempunyai etos kerja yang tinggi dalam menghidupkan organisasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:25.65pt;text-align:justify;text-indent:-24.6pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>F.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>TANGGAL DAN WAKTU KEGIATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kegiatan ini Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 09 – 15 Desember 2007, di Gedung BPTP Pontianak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:25.65pt;text-align:justify;text-indent:-24.6pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>G.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>BENTUK KEGIATAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Adapun bentuk kegiatan ini adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Screening</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;text-indent:-17.1pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Uji makalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Diskusi/dialog, Ceramah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Penugasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Post test</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Identifikasi masalah dan problem solving</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span>Perumusan Rekomendasi, Dll</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=72&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/12/04/proposal-lk-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lapmi Kelola Halaman di Borneo Tribune</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/lapmi-kelola-halaman-di-borneo-tribune/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/lapmi-kelola-halaman-di-borneo-tribune/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 04:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/lapmi-kelola-halaman-di-borneo-tribune/</guid>
		<description><![CDATA[Guna mewujudkan misi sebagai lembaga penghasil jurnalis bermutu maka Lapmi Cabang Pontianak melakukan studi aplikatif  bekerjasama dalam mengelola  halaman khusus  pada harian Borneo Tribune.  Kerjasama ini dilakukan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu dan teori  jurnalistik yang ada pada kader-kader Lapmi juga dipergunakan  sebagai ajang  untuk mendapatkan ilmu jurnlsitik secara langsung dilapangan. Nur Iskandar, Pimred Borneo Tribune, menyambut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=55&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Guna mewujudkan misi sebagai lembaga penghasil jurnalis bermutu maka Lapmi Cabang Pontianak melakukan studi aplikatif  bekerjasama dalam mengelola  halaman khusus  pada harian Borneo Tribune.  Kerjasama ini dilakukan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu dan teori  jurnalistik yang ada pada kader-kader Lapmi juga dipergunakan  sebagai ajang  untuk mendapatkan ilmu jurnlsitik secara langsung dilapangan.<br />
Nur Iskandar, Pimred Borneo Tribune, menyambut baik kerjasama yang dilakukan oleh Lapmi dan mengharapkan kerjasama ini dapat berjalan secara kontinue. Sebagai media dengan segmentasi pendidikan, Bornoe Tribune dirasakan  tepat  sebagai media partner Lapmi.<br />
Rencananya kerjasama ini efektif dilaksanakan pada awal Desember 2007 yang akan datang. Nantinya halaman khusus ini akan berisi informasi mengenai dunia kemahasiswaan dan pemuda. (ky)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=55&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/lapmi-kelola-halaman-di-borneo-tribune/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basic Training Komisariat ISIP</title>
		<link>http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/basic-training-komisariat-isip/</link>
		<comments>http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/basic-training-komisariat-isip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 04:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lapmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/basic-training-komisariat-isip/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah komiasariat syari’ah, komisariat ISIP menyusul selenggarakan LK I. LK ini dilaksanakan di Sekretariat HMI cabang Pontianak, Rabu (28/11) hingga Sabtu(01/12). Dengan peserta 33 orang yang terdiri dari 20 orang dari fakultas ISIP, 6 dari fakultas Ekonomi, 6 dari FMIPA dan 1 orang dari STKIP. Jumlah tersebut lebih banyak dari peserta LK komisariat ISIP yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=54&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah komiasariat syari’ah, komisariat ISIP menyusul selenggarakan LK I. LK ini dilaksanakan di Sekretariat HMI cabang Pontianak, Rabu (28/11) hingga Sabtu(01/12). Dengan peserta 33 orang yang terdiri dari 20 orang dari fakultas ISIP, 6 dari fakultas Ekonomi, 6 dari FMIPA dan 1 orang dari STKIP. Jumlah tersebut lebih banyak dari peserta LK komisariat ISIP yang lalu. Seperti yang dikatakan oleh ketua panitia, Deni. Walaupun dengan kendala panitia yang jarang datang rapat persiapan lk, terbentur masalah dana dan kesulitan membawa peserta ke lokasi.<br />
Kegiatan ini dibuka sekitar jam 9 malam di aula sekretariat HMI cabang Pontianak. Dalam kata sambutan, Suwandi, ketua komisariat ISIP mengemukakan,”HMI ada karena semangat dari masing-masing anggotanya.” lain lagi sambutan dari ketua HMI cabang yang mengingatkan pada peserta LK bahwa pengkaderan tidak selesai sampai di LK I ini, masih akan ada follow up selanjutnya. LK ini hanyalah tiket untuk menjadi anggota HMI. Juni Wardana juga mengatakan,” LK ini bukan hanya pengkaderan bagi anggota, tapi juga bagi panitia” Oleh karena itu dia mengharapkan tidak adanya yang keluar masuk lokasi LK dengan seenaknya. Dan berharap LK ini dapat dihasilkan kader-kader dan pejuang militan HMI.<br />
Pemateri dalam LK ini antara lain Andi Musa, Herman, Khairul Muttaqin, Ridwansyah, dan Juni wardana. Dalam LK ini akan tetap diadakan DS (dinamika Sidang) untuk melatih mental. Akan tetapi, dalam DS nanti akan lebih banyak pada pembahasan makalah peserta, jelas ketua panitia LK, Deni. Pembuatan makalah akan dilakukan sekitar hari Sabtu dengan sumber dari koran yang disiapkan oleh panitia. Selain itu, nantinya juga dilakukan baiat (pengucapan sumpah) peserta LK. (Novy)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lapmi.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lapmi.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lapmi.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lapmi.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lapmi.wordpress.com&amp;blog=2118966&amp;post=54&amp;subd=lapmi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lapmi.wordpress.com/2007/11/29/basic-training-komisariat-isip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/746f3400f7559dcf2c48c5c0ad6e5d82?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lapmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
